Grand Opening BanyumasPromo.Info : Seminar Teknologi Informasi “Linux For Education 2009”


stilbpi14PURWOKERTO – Program Studi Teknik Informatika MIPA Fakultas Sains dan Teknik Unsoed bekerjasama dengan BanyumasPromo.Info menggelar seminar teknologi informasi bertajuk “Linuk for Education 2009″, Kamis (30/7) di Auditorium Fakultas Pertanian Karangwangkal Kampus UNSOED. Acara ini dalam rangka Grand Opening BanyumasPromo.Info sebagai Media Center Online BARLINGMASCAKEB.

Ajang Seminar Teknologi Informasi “Linux For Education 2009”, menghadirkan Pemred InfoLINUX sekaligus Ketua Yayasan Pengguna Linux Indonesia, Rusmanto Maryanto dan Kepala Program Studi Teknik Informatika UNSOED sekaligus sebagai Manajer BanyumasPromo.Info, Nurul Hidayat, MKom.

Produk teknologi seperti software komputer dan internet, mestinya dibuat agar bisa digunakan secara bebas oleh semua orang. Namun dalam perkembangannya, ternyata ada teknologi informatika yang kemudian dikomersilkan. Bahkan untuk menggunakannya secara. legal, kita harus mengeluarkan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Artinya kita dibatasi untuk mempelajari bahkan mengem¬bangkan teknologi ini. Padahal secara prinsip manusia bebas menggunakan,” kata Rusmanto Maryanto, pemimpin redaksi Info Linux Rusmanto Maryanto, dalam seminar Teknologi dan Informasi Linux For Education 2009.

Linux, Gratis dan Legal

Menurutnya, pembatasan penggunaan teknologi terjadi saat dibuatkan UU HAKI di AS tahun 1978-1979, yang akhirnya meluas sampai ke Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun tak semua software hanya bisa diperoleh dengan membeli. Ada pula yang bisa diperoleh secara gratis. Kalaupun membayar, hal itu hanya sekadar biaya untuk download atau penggandaan saja. Salah satu software (sistem operasi) yang bisa diperoleh secara gratis namun legal, adalah Linux.

Hal itu karena sistem operasi ini dilindungi General Public License (GPL), di mana semua orang bebas menggu¬nakan, menggandakan, dan mengembangkan atau memodifikasi. Linux memiliki berbagai keunggulan lain. Berbagai virus yang bisa bekerja secara efektif di sistem operasi Windows produksi Microsoft, ternyata tak bisa bekerja di linux.

Saat digunakan untuk download file dengan kecepatan bandwidth 100 kbps, pada linux temyata juga lebih cepat. Sementara itu, acara di Auditorium Fakultas Pertanian tersebut juga menghadirkan pembicara lain, yakni Ketua Program Studi Teknik Informatika Unsoed Nurul Hidayat selaku praktisi informatika.

Masyarakat mungkin telah akrab dengan sistem windows pada perangkat komputer. Namun begitu, lisensi berbayar membuat penyebaran sistem operasi dan software pendukungnya mahal dan beresiko hukum sehingga sulit disebarluaskan. Sistem komputer berbasis opensource menjadi salah satu solusi alternatif umuk mengatasi mahalnya sistem operasi windows.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknologi Informasi (TI) Unsoed Nurul Hidayat M.Kom sekaligus sebagai Manager BanyumasPromo.Info [BPi] di sela-sela seminar teknologi informasi bertajuk Linux for Education 2009 mengungkapkan, melihat kondisi ini, pihaknya berencana untuk merubah mindset atau pola pikir masyarakat untuk beralih menggunakan sistem operasi open source. Hal ini dilakukan mulai dari kalangan Unsoed. “Sasaran kita yang pertama adalah kalangan akademika di Unseod. Kita akan lakukan secara bertahap. Misalnya saat ini kita mulai mencoba penggunaan program opensource seperti Open Office untuk menggantikan Microsoft Office. Migrasi selanjutnya akan mulai kita tawarkan pada periode rektor baru. Yang nantinya akan merambah ke seluruh dosen dan karyawan di lingkungan Unsoed,” ungkapnya.

“Ini sesuai program yang dicanangkan Depkominfo mengenai penggunaan sistem pengoperasian opensource. Selain itu, opensource ini juga sudah banyak digunakan di banyan universitas besar seperti UGM. Serta berbagai perusahaan. Di Purwokerto para pengusaha warnet juga sudah mulai beralih penggunaan system operasinya ke Linux” tambahnya.

Lebih lanjut Nurul Hidayat mengungkapkan perkembangan teknologi komputer di Banyumas lebih dikuasai oleh praktisi yang jarang arang terekspose. “Di Banyumas perkembangan teknologi komputer justru bertumpu pada pihak-pihak yang bergerak secara underground,” jelasnya.

Perlu Sosialisasi

Acara juga berlangsung meriah. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan pendidikan, industri dan pemerintah. Target yang diharapkan adalah untuk megenalkan masyarakat pada Linux umumnya dan pada civitas akademika Unsoed khususnya.

Salah satu perserta Haris, guru SMA Al Hidayah mengatakan perlu sosialisasi terus menerus untuk penggunaan Linux, terutarna, di dunia pendidikan. Sandy mahasiswa UMP menilai, penggunaan sistem open source memberikan kemudahan bagi setiap pengguna untuk bebas menentukan penggunaannya. “Sistem seperti ini yang yang banyak dicari,” nilainya.[BPi]

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: