Program Kerja (PROKER) Pertama KAUNSOED


workshop UNSOED KAUNSOEDPURWOKERTO Keluarga Alumni Universutas Jenderal Soedirman (KAUNSOED) dan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UNSOED mengadakan WORKSHOP TADABBUR AL-QUR’AN : “MERAIH MUTIARA-MUTIARA AL-QUR’AN”(Bersama Ustadz Bachtiar Nasir, Lc) pada :HARI/TGL: SABTU, 13 MARET 2010. WAKTU: PKL. 8.00 S/D 16.00 WIB, TEMPAT: AULA GEDUNG ROEDHIRO Fakultas Ekonomi UNSOED

Memfungsikan Al-Qur’an secara Maksimal

Banyak orang yang bisa membaca Al-Qur’an tapi tidak memberikan pengaruh apa-apa baginya. Padahal fungsi Al-Qur’an adalah sebagai kitab hidayah yang seharusnya membawa pengaruh positif untuk pribadi, keluarga dan masyarakat luas. Faktor utama yang menjadi penyebab terhalangnya manusia dari keberkahan Al-Qur’an adalah karena lemahnya tadabbur terhadap ayat-ayat yang dibaca. Bacaan hanya sebatas lisan tidak melibatkan akal dan perasaan. Kata Ir. Nurul Hidayat, M.Kom, Ketua Panitia WORKSHOP TADABBUR AL-QUR’AN. Jumlah Peserta sekitar 300 orang dari Kalangan Mahasiswa, Dosen, Karyawan dan Masyarakat di Kota Purwokerto.

Perlu Sosialisasi

Acara juga berlangsung meriah dan kegiatan ini merupakan program kerja pertama KAUNSOED. Target yang diharapkan Workshop Tadabbur Al-Qur’an adalah untuk megenalkan masyarakat pada Al-Qur’an umumnya dan pada civitas akademika Unsoed khususnya dan agar peserta dapat MENTERAPI diri atau orang lain dengan ayat-ayat Al-Qur’an untuk membentuk pribadi mukmin dan meraih sukses, kebahagiaan dan kemenangan di dunia dan akhirat, kata Ir. H. Haiban Hadjid, Ketua Keluarga Besar Alumni UNSOED (KAUNSOED).

Pemahaman Tadabbur Al-Qur’an

Tadabbur adalah perenungan yang menyeluruh untuknmengetahui maksud dan makna dari suatu ungkapan secara mendalam, kata Ustadz Bachtiar Nasir, LC.

Di Sesi Pertama Beliau dalam workshopnya memberikan Tip Kunci sukses belajar qur’an jangan pernah berkata “Susah” atau “berat” sebelum mempelajari Al Qur’an, sucikan Allah lalu berdo’alah “Ya Rabb tambahkanlah ilmuku”. Dalam sesi ini beliau juga ingin merubah mindset orang Islam dalam menjadikan kitab Suci Al Qur’an sebagai Pedoman Hidup.

Di Sesi Kedua Ustadz Bachtiar Nasir, Lc menginstal peserta Workshop Tadabbur Qur’an, dengan pendekatan tadabbur, Alqur’an sebagai operating system di install de dalam mindset, attitude dan behavior (Cara Pandang, Sikap mental da perilaku). Kata Beliau “berinteraksilah dengan Alqur’an lewat cara yang paling disukai Alqur’an, yaitu dengan pendekatan Tadabbur Qur’an Dalil-dalinya QS. Shaad (38) : 29, QS. An-Nisa (4) : 82; QS. Muhammad (47) : 24.

Salah satu peserta Agus, mahasiswa UNSOED mengatakan perlu sosialisasi terus menerus untuk pengenalan Al-Qur’an dengan metoda tadabbur, terutama, di dunia pendidikan. Condro mahasiswa Teknik Informatika MIPA FST UNSOED menilai, penggunaan METODA tadabbur memberikan kemudahan dalam memahami dan mempelajari serta mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Diakhir acara dibentuk sebuah Komunitas Ar-Rahman Purwokerto.[ANS]

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: